Hemat bahan bakar dan menambah tenaga pada mobil Daihatsu Charade Classy

Setelah uji coba sudah satu tahun terbukti efektik, dengan menambahkan oksigen dan uap bensin yang dimasukan melalui manipul,  mampu menambah  tenaga dan menghemat bahan bakar. Berdasarkan ukuran full to full 1 liter BBM bisa menempuh jarak 12 KM untuk kondisi jalan lebih banyak menanjak,  14 KM jalan datar dan 16-18 KM untuk jalan lebih banyak menurun  (tanpa AC dengan gas suka-suka). Penggunaan spuyer pada karbu ukuran 95 dan 140.

Oksigen dihasilkan dari gelembung udara pada tabung pertama, yang disalurkan ke tabung ke dua yang berisi bensin atau pertamax. Gabungan oksigen dan uap bensin atau pertamax kemudian disalurkan dengan menggunakan  pipa almunium yang tersimpan di atas mesin untuk mendapatkan pemanasan terlebihdahulu (semakin panas semakin oke). Oksigen dan uap bensin yang sudah dipanaskan digabung dengan uap panas yang keluar dari mesin,  pada akhirnya semua bermuara ke manipul.

Dalam tabung pertama bisa dari bahan gelas minum yang berisi 200 ML air yg dicampur 5 butir kapur barus, sedangkan dalam tabung ke dua dari bahan almunium (bisa dengan termos air panas) atau kaca berisi  600 ML bensin atau pertamax.  Air dan bensin atau pertamax yang ada pada tabung tersebut bisa diisi lagi setelah jarak tempuh antara 400 KM s/d 500 KM (itupun masih ada sisa).


SKEMA PEMBUATAN OKSIGEN DAN UAP BENSIN ATAU PERTAMAX




Utk melihat ilustrasi melalui film, klik alamat :  http://www.youtube.com/watch?v=T8AF7t3-4Nc






Keuntungan dari pemakaian alat pengirit bahan bakar ini pada kendaraan

  1. Menghemat penggunaan bahan bakar.  Pada kendaraan dengan penggunaan alat ini akan makin menambah efisiensi bahan bakar yang digunakan. Karena oksigen dan uap bensin yang dihasilkan dari alat ini, pada saat bercampur dengan bahan bakar (bensin) dalam mesin di ruang bakar, dapat menaikan tingkat bilangan oktan pada bahan bakar. Akibat nya bahan bakar yang di gunakan menjadi makin optimal dan efisien digunakan. Karena makin tinggi nilai tingkat oktan suatu bahan bakar pembakaran yang terjadi makin sempurna.
  2. Meningkatkan tenaga kendaraan penggunaan alat ini pada kendaraan dapat meningkatkan power/tenaga mesin kendaraan, kuat untuk jalan menanjak walaupun menggunakan gigi tinggi. Hal ini bisa terjadi ada kaitan nya dengan penambahan oksigen dan uap bensin/pertamax, yang menyebabkan pembakaran pada mesin makin sempurna. Akibat makin sempurnanya pembakaran, kinerja mesin juga makin meningkat dari biasanya.
  3. Dapat merawat mesin menjadi lebih awet. Keuntungan lain yaitu, dengan penggunaan alat ini pada kendaraan mesin kendaraan pun bisa makin menjadi awet. Hal ini karena oksigen dan uap bensin/pertamax tersebut meningkatkan pembakaran menjadi makin sempurna membuat bahan bakar yang digunakan pada mesin dibakar habis dan sempurna untuk menggerakkan mesin. Sehingga berdampak dapat mengurangi sisa-sias karbon akibat pembakaran pada kendaraan dan dapat memperlambat kehausan komponen mesin serta kerusakan yang terjadi dalam mesin.
  4. Membuat suara mesin menjadi halus. Suara mesin makin halus karena penggunaan alat ini yang dapat menghasilkan oksigen dan uap bensin/pertamax, yang mengoptimalkan kerja mesin. Dan melindungi mesin dari kotoran karbon sisa pembakaran, menyebabkan suara kerja mesin yang jadi lebih halus.
Namun apapun itu, bukanlah sesuatu hal yg bisa dikatakan berhasil
Saya masih perlu banyak masukan dari semua sadulur guna penyempurnaan uji coba ini.





1.   Pastikan kondisi mesinnya prima. 
Yaitu kita selalu memerisa kendaraan setiap saat sebelum digunakan dan selalu melakukan service berkala.


2.  Mengemudi dengan Lembut

  Hindari akselerasi dan berhenti mendadak. Tekan/putar gas secara optimal.


3.  Jangan Ngebut

  Mengendara di atas 96 km/jam akan membuat efisiensi bahan bakar berkurang dari 7 s/d 23 %.


4.  Kurangi Mesin Nganggur (idle)

   Saat menyalakan mesin, segeralah digunakan. Jika menunggu agak   lama, matikanlah mesin - jangan membiarkan mesin menyala tanpa digunakan.


5.  Kurangi Beban yang Tidak Perlu

   Mengisi kendaraan dengan perlengkapan ataupun benda-benda berat yang tidak dipergunakan akan memboroskan bahan bakarbahan bakar. Setiap menambah 45 kg beban akan mengurangi efisiensi bahan bakar sekitar 2%.


6.  Penutup Tangki Bahan Bakar

  Pastikan penutup tangki bahan bakar tidak bocor atau kendor.   Berpotensi menyebabkan kehilangan bahan bakar sebesar 2%.


7.  Tekanan Ban Optimal

   Tekanan ban yang optimal bisa meningkatkan daya tempuh kendaraan sebesar 3,3%.


8.  Ganti Oli

 Oli sintetik bisa mengurangi gesekan mesin dan menambah efisiensi bahan bakar 2%.


9.  Ganti Busi

   Busi yang sudah rusak atau tidak optimal bisa mengurangi efisiensi bahan bakar s/d 30%





PENYETELAN KARBURATOR

KINERJA KARBURATOR
Beberapa orang kadang berpikir menyetel karburator adalah pekerjaan yang sangat gampang. Ganti jet-nya setingkat atau dua tingkat, meniru setelan karburator orang lain yang sudah ketemu.
Tapi tidak terdengar semudah itu. Ada banyak kombinasi dari setingan idle jet, needle jet, posisi clip, main jet, power jet, level bahan-bakar (set up pelampung), dan lain-lain dan sebagainya. 
Jika mau bermain karburator setidaknya siapkan mental, waktu dan tenaga untuk menyelaraskan semua kinerjanya. Disini kami ingin membantu dengan sedikit pengetahuan dasar dan penyetelan karburator untuk mempermudah teman-teman dalam menemukan fine tuning, bisa diaplikasi untuk menyetel ulang karburator yang udah pada modif mesin.



KARBURATOR VENTURI
Perhatikanlah muka karburator, dan kamu akan menyadari karburator hanyalah sebuah lubang besar dari satu tempat ke tempat lain, ini dinamakan venturi. 
Udara masuk ke dalam mesin melalui lubang ini (venturi). Sebagaimana kecepatan udara memasuki karburator meningkat, tekanannya justru menurun, yang kemudian menimbulkan kevakuman di area venturi.
Kevakuman ini bergerak seiring bukaan skep (throttle), dan menghisap bahan-bakar melalui jet yang berbeda-beda di sistem karburator. Udara dengan bahan-bakar akan bercampur di area venturi. Dimana posisi jet ditempatkan dan pengeluarannya pada venturi menghasilkan kontrol terhadap respon bukaan gas. Sistem langsam ( pilot jet, dan setelan skrup udara) mengontrol hingga bukaan skep 25 %. Jarum skep, posisi clip dan nozzle karburator mengontrol dari 15 % bukaan gas hingga 80 %. Main jet mengontrol bukaan gas penuh atau berefek mulai dari bukaan gas diatas 60 %. Namun ada hal yang harus diingat dalam menyetel karburator, kesemua bagian adalah interconnected (terhubung satu dengan lain) sehingga penggantian sebuah part akan mempengaruhi kinerja sistem lainnya. Bekerja hati-hati, dan teliti adalah kuncinya.


SET UP KARBURATOR
  1. Untuk bukaan gas dari kondisi tertutup hingga seperempat bukaan skep
  2. Ganti pilot jet / idle jet untuk mengatur campuran
  3. Setel ulang skrup udara untuk penyempurnaan aturan ( 1 ½ hingga 2 putaran keluar dari posisi menutup penuh)
  4. Dari posisi seperempat bukaan hingga sepertiga bukaan gas, setel posisi klip jarum skep
  5. Ganti tipe jarum skep, dari posisi sepertiga bukaan gas hingga bukaan penuh
  6. Ganti ukuran main jet untuk menyetel campuran udara bahan-bakar
  7. Ganti ukuran power jet (jika ada) untuk menyempurnakan campuran udara-bahan bakar
  8. Bukaan gas separuh hingga bukaan gas penuh
  9. Lakukan penyetelan campuran udara/bahan-bakar dengan penggantian mainjet, jarum skep, atau seting posisi klip jarum skep
  10. Lakukan pengecekan (baca) hasil pembakaran untuk melihat apakah setelan sudah tepat atau belum.


CATATAN SET UP:
Dasar penyetelan skrup campuran udara di karburator adalah putar hingga menutup penuh, lalu buka satu setengah putaran keluar. Jika mesin masih berjalan dalam kondisi terlalu basah atau kering coba sedikit setel ulang skrup campuran udara lebih membuka atau menutup. Jika hal ini tidak dapat terkoreksi dengan beberapa putaran, maka gantilah pilot jet nya.
Jika setelan terlalu basah antara bukaan gas posisi tertutup hingga terbuka separuh, dan tidak dapat dikoreksi dengan penyetelan skrup udara, maka ganti pilot jet ke ukuran lebih kecil.

Menjalankan mesin dalam kondisi terlalu basah (campuran kaya) akan menjadikan mesinmu tidak berlari pada kemampuan terbaiknya, menjalankan mesin dalam kondisi terlalu kering lebih berbahaya dan akan merusak komponen mesin seperti piston, liner dan kepala silinder. Sebaiknya ketika melakukan penyetelan karburator, lakukan dari kondisi campuran kaya dan lakukan setelan lebih rendah secara bertahap untuk menemukan setelan pas.


Jika elektroda berwarna hitam, atau basah jelaga; kondisi mesin terlalu banyak bahan-bakar (campuran kaya). Bahan-bakar yang tak terbakar menyebabkan kerak mengendap di busi.
Busi kondisi kering dan berwarna keabu-abuan, atau bahkan putih kapur. Mesin berjalan dalam setelan yang terlalu kering, dan berbahaya bagi kondisi mesin. Pakai jet yang lebih besar untuk mendapatkan setelan yang lebih kaya.
Warna elektroda kecoklatan dan bersih, maka kamu sudah menemukan setelan terbaik yang dibutuhkan mesin.



Ketika melakukan penggantian main jet lebih besar akan mempengaruhi performa mesin mulai dari bukaan gas separuh hingga gas penuh (full throtle). Selalu lakukan penggantian satu-demi satu dan secara bertahap dan cermati perubahan yang terjadi pada performa mesin sebelum merubah faktor lainnya.
Jangan menjalankan mesin dalam kondisi campuran kering (miskin) dalam kondisi terlalu lama yang dapat mengakibatkan overheating (panas yang berlebihan) dan merusak komponen di dalam mesin.


PERSOALAN SETING KARBURATOR

Permasalahan : Saat stasioner RPM tidak stabil. Mesin berlari tersendat.
Kondisi setelan : Campuran terlalu miskin
Metoda koreksi :
Putar setelan skrup udara searah jarum jam (menutup) untuk memperkaya campuran.
Ganti ukuran pilot jet ke angka yang lebih besar
Ganti jarum skep ke diameter lebih kecil atau bentuk lebih runcing untuk memperkaya campuran bahan-bakar.


Permasalahan : Saat stasioner keluar asap hitam dari knalpot.
Kondisi setelan : Terlalu basah
Metoda koreksi :
Putar keluar skrup setelan udara untuk memperbanyak campuran udara masuk
Ganti pilot jet ke nomor lebih kecil
Ganti jarum skep dengan model yang lebih gemuk


Permasalahan : Ketika motor dijalankan akselerasi lemah
Kondisi setelan : Kering
Metoda koreksi :  Ganti dengan ukuran mainjet lebih besar

Permasalahan : Ketika berakselari motor tersendat-sendat
Kondisi setelan : Basah
Metoda koreksi : Kecilkan ukuran mainjet

Permasalahan : Pada posisi seperempat bukaan gas mesin ngambang dan RPM tidak dapat teriak.
Kondisi setelan : Kering
Metoda koreksi :
Pakai dimensi jarum skep lebih kurus untuk memperkaya campuran bahan-bakar
Putar skrep setelan udara searah jarum jam untuk memperkaya campuran


Permasalahan : Gas bukaan penuh, Kecepatan bertambah sangat pelan, mesin terasa datar, dan busi tampak basah kehitaman
Kondisi setelan : Terlalu Kaya
Metoda Koreksi :
Setel campuran dengan menggunakan main jet lebih kecil, terus check kondisi kepala busi hingga warna terkoreksi